Archive for Desember 2014

Haiiiii

hai, teman–teman aku emang suka sama anime terutama naruto shippuden , teman – teman juga boleh bikin cerita sesuai karyamu -ya ‘ semangat …………’’….yay

Shirayuki Mizuki


Ada anak sekolah yang bernama shirayuki mizuki , dia tinggal di sebuah gubuk yang sudah rapuh . ibu nya menderia penyakit kanker otak ,dan ayahnya hanyalah supir . mizuki tetap semangat untuk membahagiakan ,kedua orang tuanya . mizuki adalah anak yang ,berbeda walaupun kedua orang tuanya seperti itu .mizuki adalah anak terpintar di kelasnya . cita- citanya adalah untuk menjadi pemain pedang professional . dia mempunyai dua orang teman yang setia padanya ,yang bernama nana dan hime . kadua teman mizuki selalu perhatian padanya , sampai sekarang belum ada yang bisa dilakukan oleh mizuki . pada saat itu di madding sekolah tertempel sebuah poster , yang berisi tentang . lomba pedang Pada saat itu juga mata mizuki ,meyakinkan untuk ikut lomba bermain pedang . tapi kedua teman nya khawatir , walaupun teman nya khawatir mizuki bertekad untuk tetap mengikuti lomba itu . pada saatnya lomba pedang di mulai , ternyata mizuki mahir memainkan pedang di tangan-nya itu, pada akhirnya mizuki ,mendapat juara satu dan mizuki mendapat sekolah khusus pedang gratis , kedua orang tuanya sungguh ,bersyukur memiliki anak yang pintar dan mahir memainkan pedang . setelah itu mizuki memiliki banyak teman dan mempunyai gelar , girl with the sword . mizuki menjadi parempuan pertama di sekolah nya yang mahir memainkan pedang , dan pada akhirnya mizuki bisa membawa ibu nya ke rumah sakit untuk di rawat ,sampai sembuh. Sedangkan ayahnya menjadi seorang karyawan ,di restoran yang bernana onigiri rice resto , resto terkenal di tepat tingalnya . pada saat itu juga mizuki bisa membelikan rumah untuk , kedua orang tuanya . tetapi mizuki tetap berjuang untuk menjadi pemain pedan professional . tetapi mizuki tetap sholat dan rajin berdoa untuk ibu dan ayahnya ,agar sukses di masa depanya . dan berharap agar ibunya sembuh , hari besoknya di sekolah mizuki mulai sekolah di , di sekolah khusus belajar pedang , teman –temanya tetap menyemangati mizuki agar mimpinya tercapai . dan pada hari itu juga mizuki mulai , mempelajari jurus jurus pedang yang ada di buku ‘ aku ingin belajar pedang ‘’ . tapi mizuki khawatir teman- temanya ,lupa dengannya . setelah pulang dari sekolah pedang mizuki menghampiri kedua

temanya   ‘’nana…..hime….’’ panggil  mizuki. Tapi  nana  dan  hime  tidak  mendengar  nya  , kurasa   nana dan  hime   tidak  mendengar  ku  ‘’  .   mungkin  benar  nana  dan  hime  lupa  padanya  .  hari  kedua  itu  mizuki  terlihat  tidak  semangat    , dia  rindu  kedua  temannya  dan  dia rindu  kedua  orang tuanya  .  tapi  dia  sabar , menunggu  sampai  grand  prix  sword  .  disana  dia  juga  punya  teman  ,dua  laki laki  dan  dua  perempuan  ,  teman  laki laki  bernama  sam  dan  sanada  .  sedangkan  perempuan  nicola dan  Diana  ,  meraka  berteman  baik  dengan  mizuki  sampai  grand  prix .  tanggal  13  ok  datang  grand  prix  sword   segera  dimulai   nicola, sam ,Diana , sanada dan mizuki  akan  melawan  super sword  academy .  mereka  tampak  gugup  tetapi  mereka  harus  semangat , supaya mendapat –kan  miracle  sword   .  pertunjukan  berlangsung  ,perlawanan  pertama  sam  melawan  luki  pada saat  itu  sam  yang  menang  , perlawanan  kedua  Nicola melawan  dian pada saat itu  Nicola  pemenangnya ,perlawanan  ketiga  sanada melawan  ciko , perlawanan  itu  dimenangakan  oleh  sanada ,perlawanan  keempat  Diana dan  beny   ,dimenangkan  oleh  Diana karena di  banting  bolak balik  .  dan  perlawanan  kelima  mizuki melawan  arrow ,perlawanan ini sngat  sengit  karena  kedua  peserta  ini  menguasai  magic sword  ,di perlawanan  ini  adalah untuk mengambil  kunci  emas .  dalam  perlawanan ini  mizuki  pemenangnya . akhirnya  kelompok  sword  academy  the  winners , mereka  mendapat –kan pedang emas dan  miracle sword  .  sampai di sini  cerita  mizuki   .

- Copyright © Amberly Anadya Prames - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -